Wih! PLN Bakal Nikmati Gas dari Proyek Raksasa Papua

Kapal lng aquarius, Heu Hidayat (Ist)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan mayoritas produksi gas alam cair (LNG) yang berasal dari proyek Tangguh Train 3 akan diperuntukkan untuk kebutuhan dalam negeri. Salah satunya yakni untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan proyek Tangguh Train 3 ini setidaknya akan memproduksi LNG sebanyak 60 kargo. Adapun dari produksi tersebut, 60% nya diperuntukkan untuk kebutuhan PT PLN (Persero).

“Ke depan Tangguh itu sekitar 60% itu untuk PLN, sisanya ada keluar negeri dan ekspor. Kan sudah punya list pembelinya. Sebetulnya sulitnya itu, begitu Train 3 jatuh, ketika itu kontraknya bagaimana untuk menghindari penalti itu ada jadwalnya,” kata Tutuka saat ditemui di Gedung DPR, dikutip Kamis (6/4/2023).

Meski demikian, Tutuka tidak membeberkan secara rinci mengenai potensi penalti yang bakal ditanggung operator yakni BP Tangguh, terutama setelah penundaan beberapa kali jadwal operasi dari proyek ini. “Setahu saya seminimal mungkin pinaltinya, kena atau tidak saya agak kurang pasti dan akurat ya, tapi setelah dilakukan banyak sekali rescheduling yang sehingga sedikit sekali yang kena pinalti,” kata dia.

Namun Tutuka memastikan proyek Tangguh Train 3 tidak akan mengalami kemunduran kembali. Paling tidak proyek ini diproyeksikan bakal onstream antara kuartal ketiga atau keempat tahun ini. “Tangguh enggak (mundur). Saya kira first gas sekitar lupa saya, Juni atau Juli, first gas. Tapi komersialnya di November, yah di kuartal 3 atau 4,” ujarnya.

Seperti diketahui, dalam catatan SKK Migas, pengembangan Kilang LNG Tangguh Train 3 ini dimulai sejak tahun 2016 dan mengalami banyak tantangan yang utamanya diakibatkan Covid-19. Sehingga menyebabkan dua kali outbreak dan membuat proyek menjadi terhenti untuk dilakukan langkah-langkah sesuai protokol penanganan Covid-19.

Seiring dengan mulai meredanya wabah Covid-19, maka pada saat ini sudah mencapai puncak lagi dengan total pekerja mencapai 12.900 dan diharapkan komplesi dapat selesai pada akhir tahun dan gas dapat dialirkan pada awal tahun depan.

Proyek LNG Tangguh adalah proyek produksi dan penjualan LNG yang telah direalisasikan dalam bentuk joint ventures antara BP sebagai operator, pemerintah Indonesia, kontraktor, dan, khususnya masyarakat lokal Papua Barat. Proyek ini menghasilkan LNG dari ladang gas Wiriagar, Berau, dan Muturi, di Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas 5.966,9 km2.

Produksi Gas Bumi Rata-rata Lapangan Tangguh tahun 2021 sebesar 1.312 MMSCFD, dan status per 14 Juni 2022 sebesar 1.162 MMSCFD. Produksi LNG dimulai pada Juni 2009, dan kargo LNG pertama dikirim pada Juli 2009. Proyek LNG Tangguh menghasilkan 7,6 juta ton LNG setiap tahunnya melalui Train 1 dan 2.

Saat ini sedang dikembangkan proyek Train 3, dengan estimasi nilai investasi sebesar US$ 8,9 miliar dan akan menghasilkan 3,8 juta ton LNG per tahun. Hasil produksi Train 3 akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik termasuk untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*