IPO SMIL Dapat Waran, Tapi Bisnisnya Ok Ga?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

  • Emiten SMIL agresif melakukan perkembangan bisnisnya melalui penggunaan dana IPO untuk CAPEX atau belanja modal.
  • Pendapatan perseroan ditopang oleh customer, khususnya dari industry kertas.
  • Valuasi saham cenderung mahal, mengingat kinerja tidak begitu baik dalam siklus yang sudah menyentuh puncaknya.

PT. Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL) didirikan tahun 2006 yang berfokus di sektor penyewaan forklift dan alat berat lainnya. Perseroan yang dimiliki Hadi Suhermin berencana mendaftarkan bisnisnya di bursa efek atau melakukan skema initial public offering (IPO) di harga Rp 100-200 per lembar.

Pemegang Saham Sebelum IPO

Skema Penawaran Umum

Dalam IPO kali ini perusahaan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham baru atau 20% dari modal di tempatkan. Adapun total dana yang akan terkumpul sebanyak-banyaknya sebesar Rp350 miliar.

IPO saham SMIL juga menawarkan waran sebagai pemanis dalam investasi, karena investor seperti mendapat semacam bonus yang diberikan secara cuma-cuma.

Rasio Waran Seri I diperoleh setiap 5 (lima saham baru) berhak memperoleh 7 (tujuh) waran. Setiap satu waran yang dimiliki memberikan hak kepada pemegangnya untuk konversi menjadi saham yang dikeluarkan dalam portepel.

Harga pelaksanaan waran seri I sebesar lima ratus rupiah setiap saham. Dana hasil pelaksanaan waran akan memperoleh sebanyak-banyaknya Rp1,23 triliun

Tujuan dan Rencana penggunaan dana hasil penawaran umum

Sekitar 42,66% atau sekitar Rp149.311.642.175 akan digunakan untuk pembelian 436 unit forklift dan material handling equipment lainnya dalam rangka menambah kapasitas dan diversifikasi unit rental Perseroan.
Sekitar 18,39% atau sekitar Rp64.370.807.109 akan digunakan untuk pembelian 505 unit lithium battery dan 500 unit lithium battery charger dalam rangka menunjang operasional electric forklift Perseroan.
Sekitar 3,27% atau sekitar Rp11.432.100.000 akan digunakan untuk pembelian 36 unit kendaraan operasional dalam rangka menunjang operasional Perseroan.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, antara lain namun tidak terbatas untuk pembayaran gaji karyawan, pembelian sparepart, biaya bahan bakar, pembiayaan kegiatan operasional, dan lain-lain.

Data Historis Pendapatan dan Laba

Segmen pendapatan perseroan berasal dari satu segmen usaha yaitu jasa penyewaan forklift. Customer utama dari SMIL memiliki beberapa kesamaan sektor yaitu

  • Pulp and paper : INKP, TKIM, Univenus
  • Manufaktur Elektronic : LG Electical Indonesia, Haier Electrical Appliances Indonesia
  • Otomotif : Astra Otoparts, DRMA, AMFG
  • Consumer goods : Indolakto, Unilever, ICBP
  • Logistic : Kereta Api Logistic, LX Pantos

Supplier

Perseroan memperoleh produk untuk dialihkan manfaat dari supplier ke customerBerikut daftar perusahaan dan brand alat berat dari Perusahaan.

Secara valuasi, SLIM tergolong cenderung mahal, mengingat kinerja perusahaan tahun 2022 tidak membukukan pertumbuhan kinerja. Secara prospek, perusahaan ini juga dapat tergolong dalam kategori siklikal, bergantung pada permintaan customer ke depan.

 

Prospek dan Risiko Bisnis

Prospek

  • Pendapatan SMIL sedang diuntungkan sebab industri kertas sebagai penopang pendapatan SLIM sedang mengalami peningkatan permintaan, sehingga permintaan forklift mengalami peningkatan.

Risiko

  • Kehilangan pelanggan berulang, 38,48% customer SMIL berasal dari pendapatan berulang. Potensi pelanggan membeli dan memiliki forklift sendiri.
  • Kerusakan alat, sebagai perusahaan yang bergantung pada alat-alat forklift SMIL berisiko mengalami kerusakan.
  • Perubahan kurs, aset perusahaan berupa forklift dan alat berat perlu diperoleh melalui impor, sehingga perusahaan berisiko terhadap perubahan kurs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*