Ilmuwan Penemu Vaksin Covid-19 Sputnik Dibunuh di Rusia

Warga menjalani vaksin booster kedua atau dosis keempat di kawasan Walikota Jakarta Timur, Selasa, (24/1/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ilmuwan penemu vaksin Covid-19 dibunuh di Rusia. Ia adalah Andrey Botikov, salah satu peneliti yang ikut membantu mengembangkan vaksin Sputnik.

Andrey dilaporkan tewas di apartemennya pekan lalu. Kematian peneliti senior di Pusat Penelitian Ekologi dan Matematika Nasional Gamaleya disebut karena dibunuh.

Laporan tersebut berasal dari unggahan Telegram Komite Investigasi Federasi Rusia. Menurut penyidik, pria berusia 29 tahun mencekik Botikov dengan ikat pinggang saat insiden berlangsung.

Setelah kejadian, pelaku melarikan diri. Namun tak lama kemudian, tersangka berhasil ditangkap.

“Lokasi penyerang diketahui dalam waktu singkat. Selama interogasi dia mengaku bersalah dan didakwa,” kata pihak berwenang dilaporkan Kantor Berita Rusia TASS, dikutip¬†BusinessInsider,¬†Kamis (9/3/2023).

Sebelumnya tersangka juga pernah diadili karena melakukan kejahatan serius. Para penyidik sedang mengusahakan memohon pengadilan menahannya sambil menunggu persidangan.

Laman Marca melaporkan pusat tempat ilmuwan bekerja belum memberikan komentar akan kematian Botikov.

Botikov merupakan ahli virologi berusia 47 tahun. Dia bagian dari 18 orang yang membantu menciptakan vaksin asal Rusia Sputnik tahun 2020 lalu.

The Daily Beast melaporkan Botikov juga sempat mendapatkan penghargaan Order of Merit for the Fatherland oleh presiden Rusia Vladimir Putin pada tahun 2021.

Sementara vaksin Sputnik telah didaftarkan pada 11 Agustus 2020. Namun, Marca mencatat vaksin itu dikritik masyarakat internasional karena Rusia memberikan persetujuan bahkan sebelum hasil penelitian lanjutan belum tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*