IHSG Terbang 1,29% Usai Libur Lebaran, Ini Penyebabnya

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan sesi II perdagangan Rabu (26/4/23) terbang 1,29% menjadi 6.910,14 secara harian.

Sebanyak 325 saham menguat, 210 saham melemah, sementara 201 lainnya mendatar. Perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 15 triliun dengan melibatkan 13,9 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,46 juta kali.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv seluruh sektor kompak menguat dengan sektor Industri dan Energi memimpin penguatan sebesar dua persen lebih.

Adapun lima top movers IHSG berdasarkan bobot indeks poinnya pada penutupan sesi II hari ini adalah sebagai berikut:

1. PT Telkom Indonesia (16,31)

2. PT Astra International (13,29)

3. PT Bayan Resources (10,96)

4. PT Bank Rakyat Indonesia (9,51)

5. PT Sumber Alfaria Trijaya (9,48)

Hari ini secara eksklusif IHSG diperdagangakan di wilayah positif. Dalam lima hari perdagangan IHSG terapresiasi 1,64%. Sementara itu, secara year to date (ytd) indeks membukukan apresiasi sebesar 0,87%.

Pada penutupan perdagangan perdana pasca lebaran kali ini juga berhasil memutus tabu koreksi IHSG dua tahun terakhir. Agar lebih lengkapnya, berikut pergerakan bursa pasca lebaran.

Secara historis, IHSG sebenarnya selalu menguat pada hari pertama pasca Lebaran.

Pada periode 2013-2022 atau 10 tahun terakhir, IHSG ditutup di zona hijau sebanyak enam kali pasca Lebaran dan hanya empat kali melemah.

Pelemahan terjadi pasca Lebaran 2013, 2018, 2021, dan 2022.

Pada periode pra-pandemi, ada kecenderungan IHSG ditutup menghijau setelah Lebaran. Namun, nasib buruk IHSG justru terjadi pasca pandemi. Dalam dua tahun IHSG selalu melemah setelah libur panjang Lebaran.

Pada 2021, IHSG langsung ambruk 1,76% pasca libur Lebaran sementara pada 2022 anjlok 4,42%.

IHSG ambruk pada 2021 setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) siap ambil ancang-ancang untuk hawkish.
IHSG juga tumbang karena lonjakan kasus Covid-19. Bayangkan saja lebih dari 1,5 juta orang tercatat mudik. Dari random sampling kepolisian, sebanyak 60% pemudik teridentifikasi Covid-19. Bagi pasar kenaikan kasus infeksi Covid-19 menunjukkan adanya risiko.

Kekhawatiran tersebut terbukti karena setelah Lebaran, kasus Covid-19 meledak dan menjadi periode paling berdarah-darah.

Masuknya varian Delta, belum adanya vaksinasi masal, serta penyebaran selama Lebaran membuat kasus harian Covid melonjak dari 5.000an per hari menjadi 30.000an ribu pada Juni 2021.

Pada 2022, IHSG juga langsung ambruk pada hari pertama setelah libur Lebaran.

Berbagai sentimen eksternal telah menghiasi perdagangan selama seminggu terakhir. Mulai dari perkembangan perang Rusia-Ukraina yang diwarnai dengan embargo minyak oleh Uni Eropa.

Kemudian juga dilanjutkan dengan pengetatan moneter oleh bank sentral AS The Fed maupun Inggris Bank of England (BoE) dalam rangka untuk menjinakkan inflasi yang sudah mencapai level tertinggi dalam puluhan tahun.

The Fed menaikkan kebijakan 50 bps pada awal Mei 2022 atau pada saat pasar Indonesia masih libur.

Pasca-lebaran, investor akan kembali bersiap mencermati setiap respons pasar global atas kebijakan moneter bank sentral global, terutama The Fed.

Terdekat, The Fed akan mengadakan rapat FOMC (Federal Open Market Committee) terkait suku bunga dan kebijakan moneter lainnya pada 2-3 Mei mendatang.

Dari dalam negeri, sentimen terbesar datang dari pengumuman Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) PDI-Perjuangan.

Partai penguasa tersebut akhirnya mengumumkan pencalonan Ganjar sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, Jumat (21/4/2023).

Seberapa besar dampak pencalonan Ganjar kepada pergerakan IHSG menarik ditunggu besok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*