IHSG Pesta Pora, Siap Parkir di Zona Hijau Sesi II

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menghijau pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (26/4/23) usai libur lebaran sejak 19 April lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,57% menjadi 6.860,76 secara harian.

Sebanyak 295 saham menguat, 236 saham melemah sementara 196 lainnya mendatar. Hingga istirahat siang, nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 8,6 triliun dengan melibatkan 8,5 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 921 ribu kali.

Indeks Harga Saham Gabungan https://linkalternatifkas138.store/ (IHSG) Indonesia menghijau pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (26/4/23) usai libur lebaran sejak 19 April lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,57% menjadi 6.860,76 secara harian.

Sebanyak 295 saham menguat, 236 saham melemah sementara 196 lainnya mendatar. Hingga istirahat siang, nilai transaksi mencapai sekitar Rp. 8,6 triliun dengan melibatkan 8,5 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 921 ribu kali.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) via Refinitiv mayoritas sektor menguat, hanya empat sektor yang turun dengan sektor Energi memimpin penguatan sebesar 1,93%.

Telkom Indonesia terpantau menjadi movers utama IHSG sebesar 12,56 indeks poin disusul Bayan Resources 11,46 indeks poin. Selain itu Astra International Indonesia juga berkontribusi 10,88 indeks poin sementara Sumber Alfaria Trijaya dan Adaro Energy Indonesia masing-masing menyumbang 6 dan 3 indeks poin.

Setelah libur panjang Lebaran, para investor patut mencermati sejumlah sentimen untuk perdagangan pekan ini, terutama pada hari ini. Sentimen luar negeri akan datang dari rilis beberapa data ekonomi AS, di antaranya pertumbuhan ekonomi kuartal I dan klaim pengangguran. Namun, The Fed sedang dalam fase “blackout period” menjelang rapat FOMC pada 2-3 Mei mendatang, sehingga tidak akan ada pernyataan apapun dari bank sentral AS.

Sementara itu, sentimen utama dalam negeri berasal dari dampak positif libur Lebaran dan kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga di level 5,75% pada pekan lalu, yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan kredit dan diuntungkan oleh perusahaan properti dan perbankan.

IHSG diperkirakan akan cenderung stabil dalam pekan ini.

Namun, para investor harus tetap memperhatikan sentimen dari luar negeri, terutama pergerakan Wall Street, yang kemarin mengalami pelemahan dan dapat berdampak negatif pada pasar keuangan dalam negeri.

Investor juga harus memperhatikan bayang-bayang krisis perbankan AS yang masih menghantui ekonomi Amerika Serikat dan kekhawatiran resesi yang dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Meski demikian, kemeriahan mudik diharapkan dapat membantu membangkitkan ekonomi pada kuartal I dan II tahun ini, khususnya dalam sektor ritel dan consumer goods. Emiten seperti Matahari Putra Prima, Unilever Indonesia, Indofood Sukses Makmur, dan Mayora Indah adalah perusahaan yang akan panen selama Lebaran.

Demikian juga dengan perusahaan terkait transportasi dan otomotif seperti Garuda Indonesia ataupun Astra International.

IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu 1 jam (hourly) menggunakan moving average (MA) dan pivot point Fibonacci untuk mencari resistance dan support terdekat.

Di awal perdagangan pagi tadi, IHSG sempat membuat gap up hingga menembus level 6.906 (tertinggi harian) sebelum akhirnya menutup gap tersebut 10 menit setelah jam pembukaan.

Kendati demikian, IHSG tetap stabil menguat di zona hijau selama sesi dan masih bertahan di atas MA 5 (6.843).

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lainnya, yakni Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Dalam grafik 1 jam, posisi RSI naik ke 66,38

Sementara, dilihat dari indikator lainnya, Moving Average Convergence Divergence (MACD), grafik MACD berada di atas garis sinyal dengan kecenderungan melebar. Sedangkan, histogram kembali membentuk bar positif.

IHSG hari ini berpotensi ditutup di zona hijau dengan resistance terdekat di 6.883 dan 6.900, sedangkan support terdekat di 6.843 (MA 5) dan 6.837.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*