Bisikan Luhut ke Jokowi, ‘Penguasa’ Makanan TNI Orangnya Sama

Presiden Joko Widodo menerima Dewan Penasihat Ibu Kota Nusantara (IKN), Tony Blair, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 19 Oktober 2022. (Biro Pers Sekretariat Presiden RI)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan bisikan dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berkaitan dengan penyediaan makanan TNI. Ternyata selama ini penyedia ransum atau makanan prajurit TNI dari pihak yang sama selama periode yang lama.

Hal ini membuat Jokowi cukup kesal dan berniat untuk menelusuri lebih lanjut perihal tersebut.

“Makanan prajurit, saya dapet cerita dibisiki pak Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan,” kata Jokowi dalam Pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (15/3/2023).

“Pak presiden, saya sejak jadi tentara sampai pensiun dan sekarang jadi Menteri penyedia barangnya kok masih sama. Mestinya semakin banyak penyedia itu semakin baik karena harganya akan kompetitif,” lanjut Jokowi menyampaikan bisikan Luhut.

Jokowi akan segera menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas hal tersebut. “Nanti saya akan cek, bener nggak,” tegas Jokowi.

Jokowi sadar hal ini telah disampaikan berulang kali, meskipun kenyataannya masih ada penggunaan anggaran negara untuk pembelian barang impor. Bahkan ada yang sengaja berbohong.

“Jangan sampe saya dengar ini ada hanya diganti kulitnya, dalamnya tetep barang impor repackaging,” ungkap Jokowi.

“Dipikir saya gak tau, ini hati hati saya perintahkan ke Polri dicek betul. Kalau ada seperti ini mau bohong-bohongan terus kita,” tegasnya.

Jokowi mengungkapkan bahwa penggunaan barang dalam negeri akan dihubungkan dengan tunjangan kinerja (tukin) dan sanksi.

“Kalau masih beli baik BUMN BUMD Kabupaten, Kota dan Provinsi dan KL masih coba coba beli produk impor dari uang APBN APBD BUMN ya sudah sanksinya tolong dirumuskan pak menko, biar semua kita bekerja dengan reward dan punishment,” papar Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*